YKB Daerah Sulsel Gelar Ceramah dan Doa Bersama, Yang Juga Dihadiri oleh Kapolda Sulsel

  • Bagikan
Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi bersama Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Sulsel Ny Dewwy Andi Rian Menghadiri Acara Ceramah dan Doa Bersama di Aula Mappaodang Polda Sulsel, Kamis (14/03/24).

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, S.I.K., M.H bersama Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Sulsel Ny Dewwy Andi Rian Menghadiri Acara Ceramah dan Doa Bersama dengan tema “Rahasia Hidup Berkah dan Berbahagia” di Aula Mappaodang Polda Sulsel, Kamis (14/03/24).

Turut hadir juga Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. CH Patoppoi, S.St., M.K., S.H dan para Pejabat Utama Polda Sulsel.

Acara yang di gelar Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Sulsel tersebut bertema “Rahasia Hidup Berkah dan Berbahagia”. dan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar sesama anggota Bhayangkari.

Dalam sambutannya, Ibu Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Sulsel menyatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT YKB ke-44.

Selain itu, lanjutnya juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT serta kesempatan untuk mempererat hubungan antar sesama. dan menguatkan iman agar seluruh anggota dapat merasakan perlindungan dari Allah SWT, serta mendoakan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh keluarga besar Bhayangkari di Sulawesi Selatan.

Ustadz Hilman Fauzi, sebagai pembicara utama dalam acara tersebut, menyampaikan beragam pemahaman dan nasehat yang relevan dengan tema kegiatan. Salah satunya pesannya adalah bahwa kebahagiaan sejati berasal dari ketenangan hati yang hanya bisa diperoleh dengan mengingat Allah SWT. Dia juga mengingatkan agar manusia tidak terlalu terfokus pada kenikmatan duniawi dan melupakan hubungan mereka dengan Sang Pencipta.

Lebih lanjut, Ustadz Hilman memaparkan bahwa rasa syukur yang kurang seringkali disebabkan oleh kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain. Dia mendorong semua peserta untuk bersyukur dengan menghargai apa yang mereka miliki tanpa perlu membandingkannya dengan orang lain. Dia juga menegaskan bahwa dengan bersyukur, Allah akan menambahkan nikmat-Nya kepada hamba-Nya, sementara kekufuran akan menimbulkan adzab yang pedih. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version