Basarnas Mamuju Hentikan Pencarian Warga Belang-belang yang Hilang

  • Bagikan
Basarnas Mamuju hentikan pencarian warga Belang-belang yang hilang (Foto:Sudirman/Rakyatsulsel)

MAMUJU, BACAPESAN.COM – Basarnas Mamuju resmi menutup operasi pencarian korban, yakni salah satu warga Belang-belang Umar (40) yang hilang pada Kamis sore 11 April 2024.

Diketahui, Umar tersebut hilang di sungai Palapi, Desa Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), saat ia hendak pergi mencari pakan ternak sekira pukul 16.30 WITA.

Kepala Basarnas Mamuju Muh Rizal mengatakan proses pencarian korban tersebut sudah memasuki 7 hari operasi SAR, sehingga demikian proses pencarian Umar dihentikan.

”Setelah melaksanakan pencarian terhadap korban selama tujuh hari sesuai dengan SOP Basarnas dan telah dilakukan, maka operasi SAR kami nyatakan dihentikan dan ditutup,” jelas Muh Rizal, Kamis (18/4/24).

Diketahui, penghentian operasi SAR dilakukan setelah pihak Basarnas Mamuju koordinasi dengan pemerintah Kecamatan papalang, pihak keluarga korban dan masyarakat yang terlibat pencarian dan berada di lokasi operasi SAR, bahwa sesuai SOP Basarnas, hari ini adalah hari terakhir pencarian korban dan semua pihak telah mengikhlaskan atas kecelakaan yang menimpa korban.

Agung Hutomo selaku komandan tim rescue menyampaikan berbagai kendala di lokasi yang menyulitkan pencarian kali ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tidak ada saksi mata sewaktu kecelakaan terjadi dan simpang siur hilangnya korban yang hanyut di sungai.

“Hanya saja beberapa bukti mengarah ke kronologi hanyutnya korban sebab pakan ternak milik korban yang diambil dari hutan berada di pinggir sungai posisi terhambur dan kendaraan motor korban masih terparkir di ruas jalan. Pada saat itu curah hujan tinggi dan menyebabkan sungai meluap,”ujarnya.

Diketahui pada pencarian hari ketujuh, Tim rescue BASARNAS Mamuju memaksimalkan alut palsar air dengan 3 SRU yang menyisir perairan bakengkeng hingga 3 Nm menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB), Sea Raider dan Rubber Boat.

Sementara itu, operator drone memaksimalkan penyisiran di pesisir kawasan ekologi mangrove yang berada di lokasi. Namun tanda-tanda adanya korban tidak ada sama sekali. Hasil operasi SAR nihil dan status korban dinyatakan hilang.

Tim rescue yang menyisir melaksanakan pencarian ditarik dari lapangan pukul 11.00 WITA. Operasi SAR dinyatakan resmi ditutup. (Sudirman)

  • Bagikan