JAKARTA, BACAPESAN– Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) meluncurkan pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi di pasar tradisional kemarin (26/2). Ada 1.016 pasar yang dapat melayani KB.
Deputi KBKR Kemendukbangga Wahidin menyatakan jumlah anak yang dilahirkan perempuan Indonesia mendekati jumlah ideal. Dia menyatakan angka kelahiran ini 2,1. “Namun masalahnya disparitas (KB) di dalam kabupaten, jika dilihat datanya masih ada yang kurang,” tuturnya di Pasar Sukolilo, Madiun, pada Kamis 27 Februari.
Pasar tradisional menjadi salah satu titik yang jarang dilakukan intervensi kependudukan. Ini menjadi alasan program KB dilakukan di pasar. “Nantinya, di kabupaten/kota ada jadwal rutin yang ke pasar,” katanya. Menurut Wahidin anggarannya akan didukung oleh pusat.
Pada kesempatan yang sama, Menteri KKB Wihaji mengatakan, program KB di pasar ini dilaksanakan serentak seluruh Indonesia. “Sehingga program ini bisa dilaksanakan bersama dengan aktifitas belanja,’’ tutur Wihaji.
KB yang bisa dilakukan antara lain dengan implan mupun konsumsi obat. Selain itu, juga ada konsultasi KB dan kesehatan reproduksi. (JP)