RI-Swiss Sepakat Kerjasama Tingkatkan Sektor Industri

  • Bagikan

JAKARTA, BACAPESAN– Kementerian Perindustrian terus menekankan pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) kompeten dalam mewujudkan sektor industri manufaktur yang tangguh dan berdaya saing global.

Untuk itu, Kemenperin serius mengembangkan program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menghasilkan SDM industri yang siap kerja, salah satunya melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah Swiss yang telah dikenal memiliki pengalaman dalam mengembangkan pendidikan vokasi dual system.

“Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi dipersiapkan dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan industri seiring dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, kami terus berupaya memastikan kesesuaian (link and match) dengan dunia usaha industri, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga pengembangan industri di masa depan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat 28 Februari.

Kemenperin memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Skills in Action Forum: Advancing Competitiveness. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) yang telah menjadi mitra strategis Kemenperin sejak tahun 2018 melalui pelaksanaan program Skills for Competitiveness (S4C) yang diimplementasikan oleh Swisscontact Indonesia.
“Program kerja sama Kemenperin dengan Swiss ini terdiri dari dua fase, dengan fase pertama telah selesai pada tahun 2022 yang diperpanjang hingga tahun 2024 karena adanya pandemi Covid-19, dan pada fase kedua ini dimulai tahun 2024 hingga 2027,” ungkap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan. (JP)

  • Bagikan