MOROWALI, BACAPESAN – Di tengah upaya untuk meningkatkan kualitas dan keandalan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Tengah.
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tengah telah sukses melakukan pemberian tegangan pertama (Energize) pada proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kolonedale-Tentena dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kolonedale.
Proses ini dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025 di Morowali Utara dan menjadi tonggak penting dalam penyediaan listrik yang lebih andal bagi masyarakat.
Proyek ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi, khususnya di Kabupaten Poso dan Kabupaten Morowali Utara.
Dengan total panjang jaringan transmisi mencapai 126,181 kilometer sirkuit (kms) dan kapasitas Gardu Induk 30 MVA yang didukung oleh 362 tower.
Infrastruktur kelistrikan ini diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat dan dunia usaha sehingga dapat menikmati pasokan listrik yang lebih stabil dan andal di wilayah Morowali Utara dan sekitarnya.
Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS mengungkapkan rasa syukur atas selesainya proyek ini dan telah dilakukan pemberian tegangan pertama (energize) serta akan dilanjutkan ke proses penyempurnaan untuk menjamin keandalan dan mendukung pencapaian rasio elektrifikasi di Kabupaten Morowali Utara.
“Kami atas nama Pemerintah Daerah sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada PLN atas komitmen dalam mengalokasikan anggaran dan upaya kerja keras serta dedikasi dalam membangun infrastruktur kelistrikan di daerah kami,”ujar Bupati.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya meningkatkan kualitas kelistrikan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya operasional PLN.
“Dengan beroperasinya SUTT 150 kV Kolonedale – Tentena dan GI 150 kV Kolonedale ini, PLN mampu mengurangi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dalam mendukung program dedieselisasi PLN guna mengurangi emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Wisnu.
Sementara itu, Manager UPP Sulawesi Tengah, Qadri, menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim yang terlibat dan dukungan berbagai pihak.
“Kami bangga dapat menyelesaikan proyek ini dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi, yakni 69,94% pada Gardu Induk dan 62,5% pada SUTT. Hal ini merupakan pengalaman yang baru bagi kami dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan di lapangan, sehingga insan PLN semakin adaptif dan menumbuhkan semangat kolaboratif membangun infrastruktur ketenagalistrikan,” katanya.
PLN terus berkomitmen dalam menghadirkan listrik yang berkualitas bagi masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan menjaga keberlanjutan swasembada energi di Indonesia.
Keberhasilan proyek ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan negara.