Sekda Iwan Asaad Terima Unjuk Rasa Tolak Vaksinasi Anak

  • Bagikan

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota Parepare, menerima puluhan massa yang tergabung dalam tiga kelompok organisasi masyarakat (Ormas) yaitu, FPU, LIRA dan LSM Fokus, atas penolakan kebijakan pelaksanaan vaksin anak bagi anak usia 6 hingga 11 tahun, Senin (24/1/2022).

Puluhan unjuk rasa itu diterima Sekda Kota Parepare, Iwan Asaad. Dia menyampaikan, memang sudah kewajiban Pemerintah Daerah turun mendengarkan jika ada keluhan yang disampaikan masyarakatnya.

Iwan menjelaskan, terkait penolakan vaksinasi anak itu, keputusannya bukan semata-mata dari Pemerintah Kota yang putuskan, akan tetapi di dalamnya terlibat forkopimda yang berdasarkan juga keputusan yang dikeluarkan dari pusat.

“Apa yang menjadi keputusan terkait vaksinasi itu dibahas dalam rapat bersama dengan forkopimda yaitu Pemerintah Kota sendiri dalam hal ini bapak Walikota (Taufan Pawe) dan bapak Wakil Wali Kota (Pangerang Rahim), juga dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan,” jelasnya

Namun apa yang menjadi tuntutan Ormas itu kata Iwan, telah dicatat dan akan diteruskan untuk dibahas bersama dalam rapat forkompida.

Iwan menambahkan, terkait laporan satu diantara ormas yang menyampaikan bahwa, anaknya mengalami gangguan kesehatan usai vaksinasi, dia pun menginstruksikan kepada tenaga medis untuk meliihat langsung kondisi anak itu.

“Akan ditelusuri tim kesehatan, melakukan kroscek apakah memang itu terjadi karena usai vaksin. Termasuk dari pemerintah Kecamatan dan Kelurahan, juga kami instruksikan melakukan evaluasi di lapangan,” pungkasnya.

Iwan mengatakan, kepada masyarakat jika mendapatkan keluhanan-keluhan khususnya pada proses vaksinasi agar segera mungkin menyampaikan informasi ke Pemerintah Kota.

“Tadi saya menyampaikan juga, jika ada keluhuan segera hubungi nomor hp saya (0811420600) agar segera diteruskan ke tim gugus tugas covid-19,” imbaunya.

Pada kesempatan itu Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Andi Makkasau Parepare, Ibrahim Kasim juga menyampaikan kondisi kesehatan siswa yang tengah di rawat karena diduga lemah usai vaksinasi.

“Memang ada keluhan nyeri pada punggung disertai kelemahan punggung. Hasil ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis saraf, dokter spesualis jantung, dokter anak secara intensif dan didapatkan hasil, memang tidak ada hubungan dengan vaksin,” bebernya
(***)

  • Bagikan