BI Mulai Layani Penukaran Uang, Oto Kas Keliling Jatah Rp3,8 juta Per Orang

  • Bagikan

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Bank Indonesia Sulawesi Selatan telah membuka layanan penukaran uang baru atau uang rupiah untuk kebutuhan masyarat selama Ramadan.

Pemburuh uang receh akan dimanjakan dengan oto (mobil) kas keliling yang siap mendatangi untuk menukar uang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana mengatakan, pelaksanaan penukaran uang oleh BI resmi dibuka sejak kemarin di Gedung Kantor BI Sulsel. Pembukaan layanan itu juga dirangkaikan dengan pelepasan layanan kas keliling penukaran uang rupiah.

Causa menerangkan dalam proses penukaran uang, masyarat tidak akan dipungut biaya satu persen pun alias gratis. Jumlah uang yang ditukarkan akan dikembalikan dalam jumlah yang sama atau dengan jumlah pecahan yang dibutuhkan penukar.

“Tidak ada pungutan biaya dalam setiap penukaran uang,” beber dia.

Dalam penukaran uang ini BI memberikan batasan. Setiap orang yang melakukan penukaran uang hanya dijatah sebanyak Rp3,8 juta. Bank Indonesia menyiapkan pecahan rupiah Rp20.000, Rp10.000 , Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000.

“Jadi ketika menukar uang pada hari itu per orang hanya diberi jatah Rp3,8 juta saja,” ungkapnya.

Adapun untuk proses layanan sendiri, BI memberikan kemudahan dengan dua pilihan, pertama selain layanan keliling, BI juga telah bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menyiapkan layanan penukaran uang selama Ramadan di bank-bank yang ada.

Terkait layanan keliling, BI akan mendatangi langsung titik-titik yang dinilai butuh layanan. Seperti kantor Balai Kota Makassar dan kantor-kantor lainnya.

“Masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang rupiah bisa mendatangi kantor-kantor cabang perbankan yang telah ditunjuk pada periode 4-29 April 2022. Lokasi penukaran di kantor perbankan saat ini berjumlah 116 titik,” beber dia.

“BI Sulsel juga bekerja sama dengan perbankan untuk menyediakan 18 titik layanan kas keliling penukaran uang rupiah,” Causa menambahkan.

Lebih jauh, Causa menerangkan sinergi BI dan perbankan di wilayah Sulsel bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang rupiah masyarakat selama bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Olehnya itu, tahun ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) melaksanakan kegiatan penukaran uang rupiah dengan mengusung tema ‚ÄúSerambi Rupiah Ramadan: Belanja Bijak dan Rawat Rupiah”.

“BI Sulsel ingin mendorong masyarakat agar semakin Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) rupiah. Selain itu, BI Sulsel juga mengajak masyarakat untuk berperilaku belanja bijak sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Tahun ini juga disebut sebagai momen yang istimewa mengingat layanan kas keliling sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Maka dari itu demi keamanan dan kenyamanan masyarakat, BI Sulsel menghimbau agar penukaran uang rupiah hanya dilakukan di tempat-tempat yang resmi.

“Ini juga untuk mendorong digitalisasi dan menghindari risiko uang palsu, BI Sulsel juga menghimbau masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran secara non-tunai, termasuk dengan menggunakan uang elektronik, QR Indonesia Standard (QRIS), mobile banking, maupun sarana pembayaran digital lainnya,” ujar dia. (*)

 

 

  • Bagikan