Harga Minyak Melejit ke Level Tertinggi 13 Pekan Terakhir, Siap-siap Harga BBM Bisa Naik

  • Bagikan
ILUSTRASI harga minyak naik

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen ke level tertinggi 13-pekan terakhir, Rabu, imbas dari permintaan bensin Amerika terus meningkat, meski harga BBM telah mencapai rekor.

Di sisi lain, ada pula ekspektasi bahwa permintaan minyak China akan meningkat, karena kondisi saat ini tengah menghadapi kekhawatiran lonjakan pasokan di beberapa negara, termasuk Iran.

Iran mengatakan pihaknya menghapus dua kamera pengintai Badan Energi Atom Internasional di fasilitas pengayaan uraniumnya ketika dewan pengawas nuklir PBB itu mengeluarkan resolusi yang mengkritik Teheran karena gagal menjelaskan sepenuhnya jejak uranium di situs yang tidak diumumkan.

Langkah itu meningkatkan ketegangan dengan Amerika Serikat dan negara lain yang bernegosiasi dengan Iran mengenai program nuklirnya, dan kemungkinan akan membuat sanksi tetap berlaku dan potensi minyak Iran menghujani pasar global bakal lebih lama.

Analis mengatakan kesepakatan nuklir dengan Iran dapat menambah sekitar 1 juta barel per hari minyak mentah untuk pasokan dunia.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melambung USD3,01, atau 2,5 persen, menjadi USD123,58 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika, melesat USD2,70, atau 2,3 persen, menjadi berakhir di posisi USD122,11, demikian laporan Reuters, di New York, Rabu 8 Juni 2022 atau Kamis 9 Juni 2022 pagi WIB.

Itu adalah penutupan tertinggi untuk Brent dan WTI sejak 8 Maret, yang merupakan setelmen tertinggi sejak 2008.

Persediaan minyak mentah komersial Amerika di luar dugaan meningkat minggu lalu, sementara minyak mentah di Strategic Petroleum Reserve (SPR) turun dengan jumlah rekor karena input penyulingan melejit ke level tertinggi sejak Januari 2020, kata Badan Informasi Energi.

Stok bensin Amerika turun 800.000 barel karena permintaan bahan bakar melonjak meski harga BBM membumbung tinggi. Analis yang disurvei Reuters memperkirakan stok bensin naik 1,1 juta barel.

“Penarikan bensin adalah sorotan dari laporan tersebut dengan pasar yang ketat di seluruh Amerika,” kata Tony Headrick, analis CHS Hedging, mencatat permintaan tetap kuat bahkan dengan harga bensin di atas USD5 per galon di banyak bagian negara itu.

Klub otomotif AAA mengatakan rata-rata harga bensin reguler ritel nasional mencapai rekor USD4,955 per galon, Rabu.

Indeks saham China dan Hang Seng Hong Kong menyelesaikan perdagangan pada penutupan tertinggi dua bulan.

Trader minyak memperkirakan permintaan bahan bakar akan pulih karena penguncian untuk memerangi pandemi mereda di importir minyak terbesar dunia itu.

“Dengan pulihnya permintaan sebanyak 1,0 juta barel per hari di China dan meningkat secara musiman di Amerika, bahkan rekor penarikan SPR mungkin terbukti tidak cukup kuat untuk menyeimbangkan pasar yang kekurangan pasokan secara signifikan,” kata analis EBW Analytics.

Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa Eropa, yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia setelah invasinya ke Ukraina, dapat menghadapi kekurangan energi pada musim dingin mendatang.

Di sisi penawaran, trader mencatat beberapa negara dapat menghadapi masalah dalam meningkatkan output.

Di Norwegia, sejumlah pekerja minyak berencana untuk melakukan aksi mogok mulai 12 Juni karena masalah pembayaran, menempatkan beberapa produksi minyak mentah dalam risiko penutupan. (fin/*)

  • Bagikan