Parpol Pendatang Baru Bukan Kaleng-kaleng

  • Bagikan
ILUSTRASI

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sejumlah partai politik (Parpol) pendatang baru sudah siap tempur di Pemilu 2024 mendatang. Hal itu dibuktikan setelah mengajukan permohonan pembukaan akun atau akses Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) untuk kepentingan pendaftaran sebagai calon peserta Pemilu 2024.

Kehadiran parpol pendatang baru ini tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, parpol baru ini dibentuk oleh tokoh-tokoh politik yang sebelumnya sudah bergabung di parpol lama.

Diantaranya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKN). PKN didirikan oleh sejumlah pengikut mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Di antaranya mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir, eks pengurus Demokrat Ian Zulfikar, aktivis HMI Asral Hardi, serta Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Umum PKN dan Sri Mulyono yang kini jadi sekretaris jenderal PKN.

Kemudian ada Partai Gelora. Partai Gelora dideklarasikan oleh para mantan tokoh muda berpengaruh di PKS. Di jajaran elite Partai Gelora terdiri dari Anis Matta selaku ketua umum, Fahri Hamzah sebagai wakil ketua umum, dan Mahfudz Siddiq selaku Sekjen.

Selanjutnya Partai Ummat. Partai Ummat didirikan oleh Amien Rais, mantan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan juga mantan Ketua MPR. Mulanya, partai ini dibentuk karena adanya kerenggangan hubungan antara Amien dengan beberapa politisi PAN.

Adapun Partai Pelita didirikan oleh Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, pada Senin, 28 Februari 2022. Seperti diketahui, Partai Pelita merupakan partai politik baru yang telah mendapat Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Kementerian Hukum dan HAM. Jabatan ketua umum partai dipegang Beni Pramula, mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Ketua DPW Partai Gelora Sulsel, Syamsari Kitta optimis partainya mampu bersaing di Pemilu 2024. Syamsari menyebut, Partai Gelora mematok target kompetitif di semua dapil se-Sulsel.

“Ada strategi khusus Partai Gelora. Dan kami di Sulsel yakin dari target yang kita canangkan akan tercapai di tahun 2024 nanti,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/6/2022).

Mantan anggota DPRD Sulsel itu meyakini mampu meraih kursi signifikan. Bahkan, dia menargetkan bisa merebut 1 kursi di setiap daerah pemilihan.

Hal ini kata dia, diyakini tercapai karena komposisi Bacaleg dilakukan pengurus DPW dan pengurus DPD di daerah sudah menggaet sejumlah tokoh. Baik politisi, pengusaha dan kalangan milenial.

“Dari komposisi saja sudah terlihat. Baik caleg DPR RI, provinsi maupun tingkat kabupaten/kota se-Sulsel,” jelas Bupati Takalar itu.

Lebih lanjut, Syamsari mengatakan, Partai Gelora Sulsel saat ini merekrut orang-orang yang pernah duduk jadi anggota legislatif. Apalagi, kata dia, dirinya juga pernah duduk sebagai legislator DPRD Sulsel dari Fraksi PKS. “Kita akan tunjukkan sejarah sukses di masa lalu. Banyak anggota dewan, jadi saya optimis langkah-langkah itu bisa antar kita jadi anggota dewan,” ucapnya.

Selain itu, Syamsari juga menargetkan 8 kursi DPR RI dan kursi di DPRD provinsi sebanyak 13 kursi. “Kita sudah bulatkan tekad, cara kita menangkan Gelora di Sulsel. Apalagi sudah ada 24 DPD Gelora kabupaten/kota siap verifikasi. Pencapaian legislatif bisa kita raih, eksekutif bisa kita raih,” katanya.

Sedangkan, Sekretaris DPW Mudzakkir Ali Djamil mengatakan, Pemilu 2024 kurang lebih 2 tahun lagi akan dihadapi dengan merampungkan bacaleg serta berkas untuk verifikasi nantinya.
Lanjut dia, capaian saat ini sangat menggembirakan, respon masyarakat terhadap kehadiran Partai Gelora sangat baik. Sebagai partai politik baru, Partai Gelora tentu sangat optimis akan ikut bertarung di Sulsel.

“Tentu kami punya target yang rasional untuk dapat memperoleh kursi yang maksimal, setidaknya setiap dapil provinsi. Insya Allah kita dapat 1 kursi dari 11 dapil yang ada,” tuturnya.

Salah satu yang kita persiapkan sejak awal adalah rekrutmen Bakal Calon Anggota Legislatif dalam 3 tahapan rekrutmen hingga menjelang pendaftaran Caleg nantinya.

Dengan komposisi caleg yang sangat kompetitif dan memiliki basis wilayah yang jelas, juga sinergitas kerja Bacaleg dan struktur yang telah terbentuk hingga kelurahan/desa akan memperkuat Partai Gelora untuk mencapai target pemilu 2024.

“Saatnya kita temui masyarakat, ajak ngobrol dan yakinkan bahwa Partai Gelora membawa misi perubahan untuk Indonesia. Kita akan bekerja secara bertahap dan konsisten terhadap program,” katanya.

Mantan anggota DPRD kota Makassar itu menambahkan, sesuai arahan DPP mereka memiliki strategi sendiri dalam menghadapi pemilu mendatang. Dia mengatakan, partai politik harus berhenti menjadi partai yang mengobral janji demi menggalang suara.

“Sebaliknya, parpol harus betul-betul menjalankan semua fungsi sebagai partai politik, terutama pendidikan politik dan advokasi atau agregasi kepentingan politik masyarakat,” tutup Muda–sapaan akrabnya mengutip pesan DPP Gelora.

Sedangkan, Ketua wilayah Prima Sulsel, Pice Jehali menegaskan jika Partai Prima di Sulsel sangat optimis lolos mengikuti verifikasi KPU sebagai peserta pemilu untuk tahun politik 2024 mendatang.

“Meskipun terlihat tidak tampak di Sulsel. Tapi faktanya struktur kami di semua tingkatan di Sulsel rampung. Partai Prima di Sulsel sangat optimis lolos verifikasi dan ikuti Pemilu 2024,” katanya.

Menurutnya, sebagai partai baru, Prima Sulawesi Selatan menyatakan kesiapannya untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2024 mendatang. Apalagi saat ini juga telah dilengkapi struktur serta komposisi bacaleg. “Kami telah menyiapkan segala kebutuhan persyaratan yang telah diatur melalui mekanisme perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Pice Jehali mengatakan, saat ini partai Prima Sulsel telah menyelesaikan beberapa kewajiban termasuk pemenuhan kepengurusan tingkat wilayah, kabupaten/kota dan kecamatan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

“Dan saat ini partai PRIMA fokus untuk menyelesaikan administrasi seperti domisili kantor, rekening partai, maupun KTA,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir mengatakan, partai baru yang didirikan oleh tokoh nasional tetap harus berjuang untuk bisa lolos ambang batas.

“Kalau dilihat kehadirannya memang mengganggu, Gelora mengganggu PKS, Partai Ummat mengganggu PAN, Kebangkitan Nusantara mengganggu Demokrat tapi tidak terlalu signifikan,” kata Suwadi Idris.

Khusus di kabupaten/kota partai pendatang baru itu bisa mengganggu partai lama. Seperti Partai Ummat mengganggu PAN dan Gelora mengganggu PKS di Sulsel. “Karena di tingkat daerah efeknya sangat terasa. Tapi secara nasional saya masih unggulkan partai lama,” jelasnya.

Manajer strategi dan operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam melihat kehadiran partai baru belum bisa mengancam partai lama.

“Saya melihat kehadiran partai-partai baru tersebut belum mengancam eksistensi parpol yang berada di Senayan,” katanya.

Sekalipun misalnya Partai Gelora dan Partai Ummat memiliki irisan politik dengan parpol seperti PKS dan PAN. “Kiprah parpol baru akan menuai banyak tantangan. Terutama dalam melakukan rekrutmen figur caleg dan melewati ambang batas parlemen,” jelasnya.

Terpisah, Anggota KPU RI Idham Holik menyampaikan update jumlah parpol yang diterima permohonannnya untuk akses Sipol per 29 Juni 2022 pukul 17.00 WIB.

Dalam keterangannya, Idham menyampaikan belasan parpol baru yang sudah memperoleh akses Sipol dari KPU. “Sudah ada 13 parpol yang belum pernah jadi Peserta Pemilu Legislatif 2019 (memperoleh akses Sipol),” ujar Idham kepada wartawan, Kamis (30/6).

Untuk parpol yang pernah menjadi peserta Pemilu Serentak 2019, Idham menyebutkan ada sebanyak 15 parpol. “Sudah ada 9 parpol peserta Pemilu 2019 melampaui parlementary threshold, dan 6 parpol peserta Pemilu Legislatif 2019 tidak melampaui PT,” ungkap Idham.

“Jadi total jumlah parpol yang sudah memiliki akun Sipol adalah sebanyak 28 parpol,” tandasnya. (*)

  • Bagikan