Bolehkah Puasa Qadha Ramadan di Bulan Rajab? Simak Penjelasan dan Bacaan Niatnya

  • Bagikan
ILUSTRASI

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Di bawah ini merupakan bacaan niat puasa Qadha Ramadhan di bulan Rajab lengkap dengan artinya.

Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dan termasuk dalam bulan yang dimuliakan, salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Islam adalah puasa.

Puasa Rajab merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan dan bisa dilakukan di bulan Rajab dengan membaca niat.

Pada bulan mulia ini, ada juga sebagian umat Islam memanfaatkan puasa Rajab sekaligus puasa Qadha Ramadhan.

Lalu apakah boleh menggabungkan niat puasa Rajab dengan Qadha puasa Ramadhan?

Dilansir dari laman resmi NU pada Kamis, 26 Januari 2023, menggabungkan puasa Rajab dengan puasa Qadha Ramdhan sah dilakukan dengan niat puasa.

Karena puasa Rajab merupakan puasa sunah yang diperbolehkan untuk dilakukan dengan niat.

Seperti, melafalkan niat ‘Saya nita berpuasa karena Allah’ tidak harus ditambahkan ‘Karena melakukan kesunahan puasa Rajab’.

Sementara itu, Puasa Qadha Ramadhan merupakan puasa wajib dengan melafalkan niat ‘Saya niat berpuasa Qadha Ramadhan fardu karena Allah’.

Maka dari itu, menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa Qadha Ramadhan hukumnya diperbolehkan dan sah.

Pahala keduanya bisa didapatkan. Menurut Syekh al-Barizi megatakan meski hanya niat Qadha puasa Ramadhan, makasa secara otomatis pahal berpuasa Rajab tetap bisa didapatkan.

Sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat : Al-Baqoroh :185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya : Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Membayar puasa Ramadhan yang pernah ditinggalkan tidak harus berturut-turutbisa juga menyicilnya.

Namun sebaiknya membayar puasa Ramadhan lebih diutamakan, jangan ditunda-tunda karena hal tersebut adalah termasuk hutang yang wajib dibayar.

Diperjelas juga dalam sebuah hadis terkait membayar puasa Ramadhan Rosulullah SAW bersabda.

Artinya : “Qadha (puasa) Ramadan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan.” (HR. Daruquthni dari Ibnu’ Umar)

Niat Puasa Sunnah Bulan Rajab

Sebagaimana puasa pada umumnya, waktu niat puasa Rajab adalah pada malam hari, yakni sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar.

Berikut adalah lafaz Niat Puasa Sunnah Bulan Rajab:

                                                                                                         نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta‘âlâ.

Niat Puasa Qadha Ramadhan Bulan Rajab

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya :

“Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Demikian informasi mengenai bacaan niat bulan puasa Qadha Ramadhan di Bulan Rajab. (fin/*)

  • Bagikan

Exit mobile version