Anies Kantongi Tiket Capres, Relawan di Sulsel Siap Tempur

  • Bagikan

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Anies Baswedan, Calon Presiden pertama yang resmi miliki tiket menuju 2024, pasca mendapatkan dukungan resmi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai calon presiden (capres) 2024.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah mendapatkan dukungan resmi dari tiga partai, yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS.

Ia telah memenuhi persyaratan 20 persen kursi DPR RI sebagai syarat mencalonkan diri sebagai Capres pada pemilu 2024 mendatang, gabungan ketiga partai, anies mendapatkan 28,35 persen.

Partai Nasdem memiliki 59 kursi (10,26 persen), Partai Demokrat 54 kursi (9,39 persen), dan PKS 50 kursi (8,70 persen) sehingga jumlahnya menjadi 28,35 persen.

Lantas bagaimana tim di Sulsel, Muh Irzan Yasir selaku Ketua tim Relawan Barisan Muda Anies Baswedan Indonesia Timur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh partai pengusung Bacapres Anies Baswedan menuju pilpres pebruari 2024.

“Dari awal kami sudah yakin bahwa anies akan mendapatkan tiket 20 persen PT untuk syarat menjdi capres. Kami akan siap tempur berjuang bersama,” katanya, Selasa (31/1/2023).

Karena itu kata dia, pihaknya sudah melihat gelagat partai Demokrat dan PKS pasca NasDem mendeklariskan Anies akhir 2022 lalu.

Dia menyebutnya bahwa tiga partai ini sebagai penyelamat ummat dan bangsa. Apalagi partai yang mengusung Anies adalah partai pemberani dan konsisten terhadap kepentingan negara di atas segalahnya.

“Kami relawan dan partai pengusung akan siap bertempur hingga akar rumput. Ini kami lakukan demi kemengan pak Anies,” tegasnya.

Simpul Relawan ini juga pernah terlibat pergerakan saat menjemput Anies di bandara hingga ke Pampang. Kemudian ke acara berlangsung di CCC Kota Makassar, Sulsel.

Dan mereka memiliki kostum seragam lengkap bendera dan massa. Ini semua dari hati nurani menggunakan biaya sendiri. Tak ada satu sponsor pun yang mendanai.

“Intinya, inisiatif para pemuda yang mau menginginkan bangsa ini lebih baik dan berdikari. Kami tak mau dijajah oleh oligarki yang mengatur regulasi,” tutup pria yang akrab disapa Polda ini. (*)

  • Bagikan