Fa Aena Tazhabun

  • Bagikan
Laporan H Masrur Makmur La Tanro dari London, Inggris

Laporan H Masrur Makmur La Tanro dari London, Inggris

Hari ini kita berlebaran. Seperti wisudawan universitas, alumnus puasa telah disematkan predikat muttaqin. Ketika seorang ibu rumah tangga akan keluar rumah di pagi hari sembari membawa keranjang, bisa diterka akan ke pasar.

Seorang ayah menenteng tas kerja, memakai jas dan dasi keluar rumah gampang ditebak akan menuju kantor. Demikian juga Ada 123 juta pemudik tahun ini kembali ke kampung halaman melepas kangen atau menyerap energi aura tanah kelahiran.

To be or to have, ada konglomerat mempunyai villa eksklusif di puncak-Bandung,
Kendaraan berbagai rupa, Lamborgini, Lexus dan BMW. Namun villanya hanya dihuni oleh penjaga villa dan mobilnya dikendarai sang sopir.

Ada anak muda bekerja penuh semangat, lalu menjadi seorang konglomerat muda. Dengan dana dan popularitas, dia memenuhi keinginannya. Lupa kesehatannya. Sehingga di usia tua, muncul berbagai macam penyakit, kolestrol, diabetes, jantung koroner dsb. Sehingga dana yg diinvestasikan ditarik ulang membiayai kesehatannya.

Where are you going ?

Ketika platform usia umat baginda Rasul 63 tahuni dengan komposisi :
Tidur 8 jam/hr =21 thn
Bekerja 8 jam/hr=21 th
Masa baligh = 13 thn
———————————
Total 55 tahun
Solat 10 menit/ setiap /Wkt = 2,7thn

Dari 63 tahun jatah dianugerakan Allah SWT kita hanya membayar 2,7 tahun sbg kompensasi kehidupan kita hidup gratis diatas persada Allah. We are unfair passengger. Lalu ditambah segudang permohonan kesehatan prima, kekayaan melimpah, kesuksesan dan kejayaan. Padahal, kita hanya menggunakan sujud kepada Allah kurang dari 3 tahun dari 63 yang dijatahkan.

Sebab itu, sebagai jawaban dr eksistensial keberadaan kita:

  1. Merekontruksi niat, belanja ke pasar demi memperkuat diri dlm ibadah. Ayah mencari nafkah yg halal demi keberkahan hidup. Konglomerat berprofesi menjadi to be, not to have. Wirausahawan profesional berkarya dengan tulus demi kelanggengan peradaban umat.
  2. Kwantitas usia terbatas, hanya 63 tahun bisa dimaksimalkan dengan menghidupakn sunnah nabi: Solat fajar, sedeqah atau amaliyah sosial lainnya.

Hopely, sesungguhnya kita meninggalkan ramadhan dengan jubah Rabbaniyyon sehingga proses takhalli, tahalli dan tajalli terinternalisasi dalam pribadi Rahmatan lil-Alamin.

Menjadikan puasa sebagai candradimuka yang menambah kwalitas hidup rabbaniyah bukan ramadaniyah.

Minal Aidhin wal Faidzin
Taqabballalu minna wa Minkum.

London,
1 Syawal 1444 H. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version