Kelurahan Galung Maloang Raih Predikat Terbaik Pertama Lomba Desa Pangan Aman

  • Bagikan

PAREPARE, BACAPESAN.FAJAR.CO.ID – Prestasi terbaik kembali di raih Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, yang berhasil meraih penghargaan terbaik pertama wilayah Regional Timur, dalam Lomba Desa Pangan Aman yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kegiatan dilaksanakan di aula Merah Putih BPOM Jakarta, Kamis (19/10/2023).

Penghargaan diserahkan oleh Deputi Budang Pengawasan Pangan Olahan BOPM, pada Lurah Galung Maloang, Muhammad Zulkifli Farid, didampingi Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parepare, Wildana.

Camat Bacukiki, Saharuddin mengatakan mengatakan, Desa Pangan Aman yang diprakarsai BPOM, merupakan gerakan masyarakat hidup sehat sadar pangan aman, berbasis komunitas masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada keamanan pangan sepanjang rantai pangan.

“Mulai dari produksi, peredaran dan konsumsi, yang berawal dari entitas terkecil pada masyarakat. Itu untuk penyediaan pangan sehat dan aman bagi masyarakat, selain sebagai upaya percepatan perbaikan gizi masyarakat,” Saharuddin memaparkan.

Terkait persiapan lokus penilaian lomba yang dimulai sejak bulan April lalu tersebut, kata Saharuddin, tak hanya melibatkan belasan SKPD dan tiga UPT dalam wilayah Pemkot Parepare. kegiatan juga melibatkan masyarakat setempat, yang diantaranya turut dibina TP PKK Kelurahan Galung Maloang. Kelurahan Galung Maloang, menjadi duta Provinsi Sulsel pada ajang tersebut, setelah sebelumnya masuk dalam 10 besar.

“Seluruh potensi yang ada kita kerahkan. Diantaranya menyiapkan secara matang lokus inovasi yang menjadi penilaian diantaranya Pasar WekkeE, kampung buah, kampung KB, kader keluarga posyadu, UMKM, Pos Ronda, kelompok wanita tani, serta rumah kreatif Galung Maloang. Kita libatkan juga PKK remaja, Komunitas Keamanan Pangan, serta kader PKK kelurahan,” jelasnya.

Sementara Lurah Galung Maloang, Zilkifli Farid mengatakan, UMKM di kelurahan yang dipimpinnya dilakukan secara maksimal, sehingga puluhan UMKM yang ada di kelurahan tersebut berhasil mengantongi sertifikat dari BPOM.

Pembardayaan masyarakat tani, kata dia, juga digalakkan melalui inovasi kampung buah yang membudidayakan beragam buah. Sementara pembinaan terhadap masyarakat pelaku UMKM di Galung Maloang juga dilakukan.

“UMPM yang memproduksi berbagai panganan yang tentunya aman untuk dikomsumsi karena telah melalui proses pengujian dari Dinas Kesehatan dan BPOM. Dan makanan bersertifikat BPOM, merupakan salah satu kretaria lomba,” katanya.

Pihaknya berharap, tambah Zulkifli, ke depan lebih ditingkatkan kepedulian dan gerakan bersama yang terintegrasi serta berkelanjutan, untuk mengatasi berbagai permasalahan terkait panganan sehat.
(***)

  • Bagikan

Exit mobile version