Cara Boikot Produk Pro Israel Keliru Besar, Ini yang Benar!

  • Bagikan
ilustrasi

JAKARTA, BACAPESAN.COM — Gerakan boikot produk pro Israel dan sekutunya kian meluas. Majelis Ulama Indomesia (MUI) bahkan menyebut produk demikian haram dibeli dan dikonsumsi.

Meski begitu, ternyata tak sedikit yang gagal paham soal makna boikot. Hal itu jadi perhatian konten kreator Risyad Bay, pemilik akun TikTok @risyad_bay.

“Boikot bukan berarti semua produk yang pro zionis di rumah kamu itu langsung jadi haram hukumnya. Bukan,” ungkapnya dikutip fajar.co.id pada Rabu (15/11/2023).

Di media sosial tak sedikit masyarakat melakukan gerakan boikot dengan cara yang keliru. Produk yang dianggap pro Israel yang ada di rumah dibuang-buang percuma.

“Saya baru saja menemukan video itu isi barang-barang semua dikeluarin. Dibuang. Astagafirullah. Bedak, kemudian odol dikeluarin semua. Yang rugi siapa? Kamu,” ujarnya.

“Heran banget ada satu video yang dikeluarin semua isinya. Dicrotin semua. Pokoknya. Boikot ya boikot, tapi boikot yang bener,” sambungnya.

Ia menjelaskan, tujuan boikot untuk memutus pendapatan perusahaan terkait. Artinya, jangan beli produknya. Bukannya justru sudah dibeli lalu dibuang. Tindakan ini keliru besar.

  • Bagikan

Exit mobile version