Rendahnya Literasi dan Gaya Hidup Jadi Biang Maraknya Pinjaman Online

  • Bagikan
IST

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pintech P2P lending atau yang dikenal dengan Pinjaman Online (Pinjol) semakin marak dikalangan Masyarakat Sulawesi Selatan.

Data terakhir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bulan Agustus 2023, pinjaman Masyarakat Sulawesi Selatan mencapai 1 Miliar lebih dengan jumlah rekening penerima mencapai 389.410.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Wilayah Sulselbar, Darwisman, pinjaman masyarakat Sulsel saat ini lebih dari Rp1 Triliun. Meski demikian, ia memandang hal ini sesuatu yang sah dan bisa dilakukan sepanjang masyarakat bertanggung jawab terhadap pinjaman tersebut

“Artinya bahwa Fintech ini sebenarnya bermanfaat apabila masyarakat Sulsel meminjam dengan bertanggung jawab yaitu meminjam pada lembaga keuangan yang legal, Fintech P2P lending yang dapat izin. Kedua memang membutuhkan bukan sekedar keinginan dan yang ketiga masyarakat berkomitmen bahwa satu rupiah pun harus dikembalikan karena Fintech P2P lending juga hanya penerima jasa yang diberikan dana oleh investor,” jelasnya.

Deputi Direktur Manajemen Strategis, dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Kantor Sulselbar, Bondan Kusuma menjelaskan maraknya pinjaman online dikalangan masyarakat salah satu penyebabnya adalah rendahnya literasi keuangan.

“Penyebab pinjol adalah karena literasi keuangan yang masih cukup rendah, dari 100 orang hanya 37 orang yang paham literasi keuangan. Sedang yang menggunakan jasa keuangan dari 100 mencapai 87 orang. Artinya gapnya sangat tinggi,” ujar Bondan

Bondan mengungkapkan, pinjaman online hadir dari digitalisasi yang terus berkembang. Saat ini pinjol merupakan sesuatu yang ditangkap bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri sehingga OJK menghadirkan aturan.

  • Bagikan

Exit mobile version