Nurlinda Bisa Nikmati Layanan Kesehatan Yang Memuaskan Berkat Program JKN

  • Bagikan

PAREPARE, BACAPESAN.FAJAR.CO.ID – Keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Program ini menjadi pegangan masyakat sebagai bentuk antisipasi menghadapi kesulitan pembiayaan saat mengakses pelayanan kesehatan ketika sedang sakit.

Memasuki satu dekade penyelenggaran Program JKN, telah banyak respon positif yang diberikan oleh masyarakat mengenai manfaat besar yang telah mereka rasakan, antara lain pengalaman mereka dalam mendapatkan layanan kesehatan yang lebih mudah, praktis dan perlakuan yang setara.

Hal inilah dirasakan oleh Nurlinda (36) salah satu peserta JKN dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang telah merasakan manfaat Program JKN. Menurutnya, kehadiran program ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan menanggung biaya pengobatan pada saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Program pemerintah ini sangat penting untuk dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, apa lagi bagi mereka yang tergolong kurang mampu. Saya rasa jika semua sudah sudah terdaftar sebagai peserta JKN, tidak akan ada lagi kekhawatiran biaya kesehatan yang mahal,” tutur Nurlinda.

Ditemui saat sedang melakukan perubahan fasilitas kesehatan melalui layanan BPJS Keliling di Kantor Desa Tonrongnge Kabupaten Sidrap pada Selasa (07/11), dirinya menceritakan pengalaman berharganya selama mengakses layanan Program JKN.

“Saat itu saya dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) ke salah satu puskesmas di Kabupaten Sidrap karena mengalami keguguran, setelah ditangani oleh dokter yang bertugas ternyata saya harus rawat inap selama dua hari untuk tindakan kuretase,” ungkapnya.

Kuret atau kuretase adalah prosedur untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Kuretase sering dilakukan setelah keguguran atau untuk mengeluarkan sisa-sisa jaringan plasenta setelah persalinan.

Di saat Nurlinda mengalami kondisi yang memerlukan kuretase, ia berterima kasih karena BPJS Kesehatan benar-benar memberikan dukungan finansial yang besar. Ia menyebut, seluruh rangkaian proses yang ia jalani berjalan lancar dan ia merasa lega karena tidak perlu khawatir tentang biaya pengobatan.

Selama menjalani perawatan di puskesmas maupun di rumah sakit, ia tidak merasa adanya diskriminasi pelayanan kesehatan baik pelayanan. Menurutnya, pelayanan yang ia dapatkan benar-benar memuaskan dan tidak ada tambahan biaya yang harus dikeluarkan.

“Saya sering mendengar isu-isu miring di luar sana yang mengatakan pelayanannya dibedakan jika menggunakan kartu JKN, setelah mengalami secara langsung, pelayanan yang kami dapatkan sama seperti pasien lain. Awalnya saya khawatir akan ada biaya tambahan yang dikeluarkan, ternyata semua biaya pelayanan mulai dari kamar sampai dengan obat-obatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” puji Nurlinda.

Saat ini Nurlinda kembali mengandung setelah sebelumnya mengalami keguguran. Ia kembali memanfaatkan kepesertaan JKN miliknya untuk pemeriksaan di puskesmas. Mulai dari konsultasi dokter hingga obat-obatan yang mendukung kehamilannya ia dapatkan secara gratis tanpa perlu mengeluarkan biaya sedikit pun.

“Saya merasa aman dan tenang karena BPJS Kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan kehamilan secara berkala tanpa harus khawatir tentang biaya. Dengan akses mudah ke dokter dan fasilitas kesehatan, saya dapat memastikan bahwa kesehatan saya dan bayi saya selalu dalam kondisi optimal,” pungkasnya.

Di akhir perbincangan, Nurlinda mengungkapkan harapannya akan program JKN. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan dampak besar dengan adanya program mulia ini.

“Kami berharap agar program ini terus berkembang, mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (***)

  • Bagikan