Kemenkumham Babel Gelar FGD Analisa Kebijakan dengan Pemanfaatan SIPKUMHAM

  • Bagikan
Kemenkumham Babel menggelar Focus Group Discussion Analisis Data Sistem Informasi Penelitian Hukum dan Hak Asasi Manusia (SIPKUMHAM), Kamis (14/03/2024).

PANGKALPINANG, BACAPESAN.COM – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Bangka Belitung menggelar Focus Group Discussion (FGD) Analisis Data Sistem Informasi Penelitian Hukum dan Hak Asasi Manusia (SIPKUMHAM) dengan tema “Upaya Pencegahan Peredaran Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan”, Kamis (14/03/2024).

Tema ini diambil dari adanya pemberitaan online yang terbit pada liputan6.com tanggal 3 Januari 2024 dengan judul “Lapas Sungailiat Babel Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu” yang sangat menarik perhatian masyarakat Bangka Belitung.

Untuk lebih mendalami permasalahan dari topik yang diambil, hadir narasumber yang kompeten pada bidangnya yaitu Dekan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (Derita Prapti Rahayu) dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIB Sungailiat (Rahmat Okta Kurnia).

Kepala Kantor Wilayah yang diwakili oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kunrat Kasmiri menyampaikan bahwa aplikasi SIPKUMHAM merupakan aplikasi  dari  Badan Strategi Kebijakan (BSK) Kemenkumham yang pengelolaan kegiatannya diamanahkan kepada Subbidang Pengkajian, Litbang Hukum dan HAM untuk mendukung capaian kinerja Kemenkumham. 

Dijelaskan Kunrat, SIPKUMHAM mampu menginventarisir, mengidentifikasi, serta mengklasifikasi 3 kategori permasalahan yaitu permaslahan  hukum, HAM, dan  pelayanan publik dari media online dan media sosial yang  secara otomatis terbagi dalam  tiga  kategori, yaitu sentimen negatif, positif dan netral. 

“Inovasi ini bertujuan untuk mendukung penyusunan kebijakan di bidang hukum dan HAM yang berbasis bukti (evidence-based policy),” jelas Kunrat.

Kunrat menuturkan jika tim Kantor Wilayah telah melakukan tahapan awal kegiatan, yaitu verifikasi lapangan atas peristiwa yang menjadi topik ke Lapas Kelas IIB Sungailiat. Dari verifikasi lapangan tersebut didapatkan beberapa data penting seperti kronologis singkat peristiwa, SOP layanan kunjungan, jumlah Sumber Daya Manusia, dan jumlah Warga Binaan. Lalu didapatkan juga data terkait sarana prasarana, kendala dalam pelayanan kunjungan Warga Binaan, reward/ apresiasi petugas jaga, dan upaya Lapas Sungailiat mengatasi permasalahan.

  • Bagikan