Danny Tantang Direksi Baru BUMD Terkait Hal Ini

  • Bagikan
ILUSTRASI

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menantang Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Makassar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu ditekankan Danny saat melantik Direksi dan Dewas BUMD) Makassar, di Baruga Anging Mammiri, Selasa (19/7).

Lima Direksi dan Dewas BUMD yang dilantik yakni PDAM Makassar, PD Parkir Makassar Raya, PD Pasar Makassar Raya, PD Terminal Makassar Raya, dan RPH.
Dalam sambutannya, Danny Pomanto menyampaikan pejabat yang baru dilantik dapat fokus untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar.

“Alhamdulillah setelah melewati banyak lika liku akhirnya kita sampai diujung pelantikan. Cukup fokus saja dan intinya adalah maksimalkan PAD,” ucap Danny Pomanto.

Kontribusi PAD, disebut Danny Pomanto merupakan outcome dari pekerjaan yang sebenarnya. Jadi, keberhasilan perusda terletak bagaimana cara Dewas dan Direksi bersinergi.

“Pemilihan Direksi sangat transparan melewati beberapa ujian. Saya harap bapak ibu yang terpilih bekerja secara baik agar kita bisa lihat apakah perusda menurun atau mengalami kenaikan,” sebutnya.

Untuk melihat perkembangan tersebut, Danny akan melakukan evaluasi setiap enam bulan sekali. Selain itu, kata Danny, penambahan Jabatan Sekretaris Dewas dan Komite Audit sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD.

“Sesuai PP 54 tahun 2017, kita tambah sekretaris dewas dan komite audit,” ucap Danny Pomanto.

Di sisi lain, Danny Pomanto membantah penambahan direksi membuat BUMD semakin gemuk. Menurutnya, itu hal yang wajar karena pemerintah Kota Makassar menaikkan target pendapatan asli daerah (PAD) yang tentunya juga membutuhkan orang-orang yang kompeten.

“PD Parkir itu isinya Rp2 triliun loh. PD Pasar besar sekali potensinya tapi sedikit yang (dicapai). PDAM kita punya (Direksi Air Limbah) sekarang, yang sekarang ini digali-gali. Sebentar lagi 15.000 sambungan arus berlangsung. Siapa yang menagih, siapa yang mau kelola itu,” ucapnya.

Orang nomor satu Makassar ini memastikan akan melakukan evaluasi setiap enam bulan sekali.

Wali Kota Makassar dua periode ini menegaskan, hasil lelang ini yang dilantik berdasarkan scoring yang ada.

“Saya tidak memilih tapi berdasarkan angka walaupun ini tidak memuaskan semua pihak. Pemilihan ini harus sesuai dengan aturan hukum yang ada,” jelasnya.

Tak lupa dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Timsel-Pansel Seleksi Jabatan BUMD. “Lewat perusda kita majukan Makassar menjadi dua kali tambah baik. Terima kasih kepada Timsel yang luar biasa,” pungkasnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Mario David mengingatkan jajaran direksi dan dewas BUMD milik Pemkot Makassar yang baru saja dilantik untuk bekerja lebih baik lagi.
“Kita harapkan jajaran direksi dan dewas bekerja dengan baik. Tidak hanya duduk manis di kantor,” kata Mario saat ditemui usai pelantikan.

Politisi NasDem itu mewanti-wanti bahwa hadirnya perusahaan bukan untuk menghidupi pada direksi dan dewas, melainkan membantuk meringankan beban keuangan daerah.

“Perusahan dibuat bukan menghidupi direksi dan dewas tapi bagaimana membantu pemerintah daerah,” jelas Ketua Bappilu DPD NasDem Makassar itu.

Maka dari itu, ia berpesan agar jajaran direksi tekun bekerja. Dewan selaku mitra atau pengawas untuk mengontrol kegiatan eksekutif menginginkan kinerja penuh, profesional dan integritas.

“Semoga direksi dan dewas bekerja penuh amanah, integritas dan profesional. Kalaupun banyak isu diharap lebih giat bekerja dari direksi sebelumya,” harap dia.

Lanjut dia, yang paling utama adalah direksi membuat perencanaan capaian dan target ke depan. Dimana pendapatan harus mencapai kebutuhan untuk mendukung pemerintah kota dalam pencapaian PAD Rp 2 triliun.

“Meningkatan PAD deviden dan mencapai target. Serta menata BUMD dengan baik, menjaga kekompakan,” pungkasnya.

Usai dilantik menjadi Dirut PDAM Makassar, Beni Iskandar gerak cepat menjalankan program. Ada dua hal yang menjadi perhatian, pertama masalah pengelolaan air limbah dan peningkatan pelayanan.

“Hari ini kita ada Direktur Air Limbah. Mulai besok, bisa mendata dalam rangka persiapan sebelum IPAL diserahkan ke PDAM,” ujar Beni Iskandar.

Jika nantinya pengelolaan ini bisa diambilalih PDAM, kata dia, hal itu menjadi salah satu sumber PAD. Pasalnya, ada retribusi yang ditarik setiap warga yang melakukan sambungan langsung air limbah melalui IPAL Losari.

“Ada tiga kecamatan yang akan terhubung dengan IPAL, tahun depan sudah jalan. Nantinya, ada iurannya ke pemerintah kota, dalam hal ini PDAM sebagai pengelola,” jelasnya.

Kemudian, sambung Beni, peningkatan pelayanan menjadi target dalam jangka pendek. Sebab, hal ini dinilai penting untuk menaikkan pelayanan ke angka 80 persen.

“Intinya jangan berubah. Kalau target terdekat kita ingin membangun IPA dalam rangka meningkatkan pelayanan,” ujar Beni Iskandar.

Dia menjelaskan, tantangan PDAM Makassar saat ini yakni persoalan kebocoran pipa di beberapa titik. Itu, disebabkan salah satunya adanya pengerjaan IPAL Losari. Kemudian, jaringan pipa yang sudah menua dan perlu peremajaan.

“Butuh anggaran besar kalau peremajaan pipa. Makanya, saat ini kita fokus pada perbaikan jika terjadi kebocoran,” tukasnya.

“Nah, ini yang perlu diberikan pemahaman ke warga soal butuh waktu normalisasi tekanan pasca perbaikan. Ini yang terus kita lakukan mengenai pelayanan ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version