Beras dan Cabai Jadi Fokus Utama, Pemkot Parepare Susun Strategi Antisipasi Lonjakan Harga

  • Bagikan

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) gencar mengendalikan inflasi menjelang bulan suci Ramadan 2024.

Fokus utamanya, pada beras, cabai dan berbagai komoditi lainya. Apalagi, jika berdasarkan pola inflasi di tahun 2023, komoditi yang mengalami lonjakan harga adalah beras, dan cabai.

Sehingga, di tahun 2024 ini, Pemkot Parepare menjadikan beras dan cabai sebagai atensi utama dalam menekan inflasi.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setdako Parepare, Rudi Muradi mengatakan, berbagai upaya dilakukan Pemkot melalui TPID Kota Parepare dalam menjaga stabilitas harga komoditi menjelang dan menyambut ramadan.

Menurutnya,, jika berdasarkan pola inflasi di tahun 2023 komoditi yang mengalami lonjakan harga adalah beras, dan cabai.

“Sehingga tahun 2024 ini, kembali komoditi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan, serta keterjangkaun harga komoditi yang dimaksud,” kata Rudi Muradi, Senin, 4 Maret 2024.

Menurutnya melalui Forum Bulog, Pemkot berharap dapat mengendalikan stok yang ada. Karena kata dia, ketersediaan stok Bulog saat ini sekitar 12 ribu ton dengan ekuivalen 10 bulan ketahanan pangan bagi Kota Parepare ke depan.

“Sama dengan 10 bulan ketersediaan beras ke depan. Beras dimiliki kualitas medium yang dikenal dengan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk komoditi cabai TPID akan sesegera mungkin untuk melakukan upaya ketersediaan pasokan dengan harga yang terjangkau melalui sentra produksi yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Termasuk kata dia, Pemkot akan mendorong penggunaan dana belanja tak terduga (BTT) untuk mengendalikan harga komoditi cabaidi bulan Ramadan.

“Yang saat ini, cenderung mengalami kenaikan. Karena sekarang harganya (cabai) Rp55 sampai Rp60 ribu per kilo,” jelasnya.

Dia menegaskan untuk beras medium pemkot dan Bulog menyepakati adanya perubahan pola distribusi penjualan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP).

“Kebijakan yang diambil, saat ini adalah penjualan beras SPHP dilakukan dilakukan per kelurahan. Sehingga, masyarakat dapat di identifikasi oleh-oleh masing-masing pihak kelurahan. Sehingga, warga di pastikan mendapatkan beras SPHP,” ujarnya.

Dia menyampaikan dalam menyambut Ramadan Dinas Perdagangan akan menggelar pasar murah, lalu gerakan pangan murah yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan.

Dia menambahkan, pihak Kejaksaan Negeri, Polres dan Kodim 1405/Parepare akan ikut serta memantau penjualan betas SPHP tersebut. “Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada warga dalam mendapatkan beras SPHP,” tandasnya.(rud)

  • Bagikan