Bukan Hanya Investasi, Pengusaha di Makassar Bisa Kumpul Panai Berkat Tabungan Emas Pegadaian

  • Bagikan
Muh Akram Reza

MAKASSAR, BACAPESAN.FAJAR.CO.ID- Satu dari banyak suku yang menguji ketangguhan pria dalam mencintai ialah suku bugis Makassar.

Bukan perkara tangguh hanya diliat dari jasmani dan rohani, di suku Bugis Makassar menuntut tangguhnya lelaki lebih dalam lagi. Ialah mahar atau panai’ atau yang kerap disebut uang belanja, syarat meminang pujaan hati ala Bugis Makassar. Sudah turun temurun, ada sejak dulu.

Muh. Akram Reza Dalmendra satu dari sekian banyak lelaki yang gusar akan hal ini. Cintanya pernah kandas, mungkin kurang banyak persiapan, “yah intinya belum jodoh,” sahut laki-laki 27 tahun ini saat ditanya soal uang panai’.

Belajar dari pengalaman, pengusaha Pomade di Makassar ini memutuskan berinvestasi. Tentu untuk dirinya sendiri, untuk menabung panai’. Selebihnya agar tidak membebani mama, satu-satunya orang tua yang Akram miliki.

“Saya sudah membangun usaha saya sejak SMA sejak 2014 lalu, namun belakangan saya berfikir untuk berinvestasi,” ujarnya

Covid 19 lah yang membuat Akram benar-benar sadar. Kira-kira 3 tahun silam dirinya hampir kehilangan segala-galanya, rumah yang ia miliki dan hasil jerih payahnya berjualan. Bahkan, tabungan yang ia simpan dengan niat untuk mempersunting pujaan hatinya juga ludes. Di tambah lagi vonis dokter yang menyatakan dirinya mengidap kanker paru-paru, makin membuat Akram mati layu.

Satu-satunya yang bertahan adalah investasi emas yang ia miliki. Di zaman covid, emas tidak mengalami penurunan harga. Maka dengan sigap Akram memilih program gadai dari PT Pegadaian. Emas yang ia miliki untuk sementara diajukan ke Pegadaian untuk di gadai dan tentu sama sekali tidak memberatkan.

Benar saja, setelah situasi membaik dan bisnis yang Akram rintis kembali pulih, Akram tentu mampu menebus emas miliknya. Dari situ pula Akram semakin gencar berinvestasi emas.

Oleh Pegadaian, Akram tertarik mengambil cicilan emas, awalnya lima gram, setelah lunas melanjutkan ke 10 gram dan selanjutnya, “Alhamdulillah uang saya peruntukannya jelas setelah ikut cicilan emas ini, bisnis sayapun demikian, dari segi keuangan semakin teratur, saya juga bisa mengajukan KUR di Pegadaian, ” ucapnya.

Selain menstabilkan bisnis sebab emas menjadi investasi yang sekali kali bisa di pergunakan jika genting, Akram bahkan mempersiapkan untuk mengumpul panai’.

“Jika ada rezeki menikah, saya mau mempergunakan emas saya untuk dijadikan panai’. Uang bisa habis, tapi emas akan menjadi investasi yang harganya akan selalu naik,” pungkasnya

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Edy Purwanto mengapresiasi hal tersebut. Menurutnya memang betul investasi emas adalah pilihan tepat mengingat kondisi perekonomian saat ini, lebih lagi jika mengingat covid 19 beberapa tahun lalu.

Menurut Edy, saat ini sudah sangat muda untuk berinvestasi emas, “Jadi kepemilikan emas tidak harus secara fisik tetapi melalui kanal-kanal digital Pegadaian, meskipun begitu kami memiliki fisiknya atau wujudnya. Saat ini kami memiliki program tabungan emas dimana stok yang kami miliki sebanyak 9 ton emas di seluruh Indonesia,” ujarnya (9/3/2023).

Lanjut dia, saat ini masyarakat sudah paham pentingnya menabung emas ketimbang uang, “Masyarakat mulai sadar, selama ini hanya menyimpan uang, ternyata kena inflasi. Karena kesadaran tersebut masyarakat memperkuat investasi,” sebutnya.

“Kami akan memulai edukasi dengan masyarakat di kampus. Bahwa keuntungan menabung emas sangat banyak sekali di masa depan. Kita juga tidak akan was-waslah. Tentunya semua paham keunggulan emas banyak sekali,” lanjut Edy

Edy juga menyarankan agar masyarakat menyisihkan uang untuk menabung, “Untuk melakukan investasi emas ini jangan menunggu uang sisa, namun jadikan prioritas. Jika mendapat gaji langsung di sisihkan,” ujarnya

Deputy Bisnis Makassar I PT Pegadaian, Martinus Siampa juga mengatakan tabungan emas merupakan solusi menghadapi resesi yang diprediksi sewaktu-waktu akan terjadi tahun ini

Menurut dia, emas merupakan barang yang memiliki harga stabil dalam berbagai situasi, bahkan harga emas mengikuti harga inflasi “Berdasarkan pengalaman, harga emas semakin naik saat inflasi,” ucapnya.

Berdasarkan hal tersebut, emas menjadi barang yang perlu menjadi simpanan untuk menghadapi kemungkinan krisis ekonomi yang akan terjadi secara global.

Pegadaian juga menghadirkan program program pinjaman untuk membantu masyarakat menghadapi situasi ekonomi yang sulit, “Misal ada kesulitan biaya, maka dengan atau tanpa jaminan Pegadaian siap memberikan pinjaman,” tutupnya.

Hadirnya tabungan emas Pegadaian sangat berarti bagi Akram. Saat ini, tidak hanya investasi, tabungan emas Akram sudah lebih dari cukup untuk menjadi Panai’. Meminang kekasih hati pun tidak lagi sekedar harapan. (*)

  • Bagikan